Give me a break!

Bagi saya, kejadian di bulan Maret tahun 2010 yang lalu sangat perlu dijadikan pelajaran hidup penting (meskipun istrinya mengatakan ‘jangan diingat-ingat).  Sejarah hidup saya ada di dalamnya. Saya tak akan pernah melupakannya. Pelajaran pahit yang saya alami sebagai pembelajar di dunia nyata dan dunia maya. Termasuk di dalamnya adalah karena pengalaman saya memanfaatkan facebook. Ini adalah bagian cerita hidup saya pribadi, yang difitnah di dunia nyata. Pelakunya bukan orang lain, tetapi orang-orang ada di lingkungan kerja, para boss dan bahkan teman sendiri.

Memang boss yang sekarang memimpin tidak pernah kiprah saya. Dia hanya banyak mendengar cerita saya dari mulut orang. Itupun sudah cukup baginya untuk menancapkan rasa bencinya kepada saya, mengkotakkan sebagai seorang profesional sehingga karir dan kesempatan kerja atau berkiprah di lembaga pendidikan ini sangat dibatasi. Dia juga menciptakan kondisi sehingga saya harus dijauhi oleh teman-teman saya, tidak boleh diajak berkomunikasi. Jalan bersama pun ada yang tidak berani, sebab kondisi yang buruk akan menimpanya lantaran terlihat berhubungan dengan saya. Dia juga memasang mata-mata yang akan siap melaporkan siapa-siapa yang bergaul intim dengan saya. (“Padahal, ini lingkungan pendidikan,” pikirku).

Pada tanggal 10 Maret 2010, awalnya saya diundang untuk menghadap kepala sekolah yang menanyakan aktivitas saya di facebook. Dia mencurigai bahwa saya sudah menfitnah dan menjelek-jelekkan keberadaannya sebagai kepala sekolah di internet. Ada orang yang memberitahukannya begitu adanya. Dia sendiri bukan orang yang mengenal internet.

Comments Off on Give me a break!

Filed under Real Life

Comments are closed.